Mail Server dan Layanan Office 365

30 November 2017

Universitas Andalas sudah lama bekerjasama dengan Microsoft untuk lisensi perangkat lunak sistem operasi dan keperluan produktifitas seperti MS Office. Dalam perkembangan terbaru, Microsoft mengeluarkan produk dengan nama MS Office 365. Produk ini memungkinkan pengguna untuk memakai OneDrive storage sampai 5 TB, dan Skype for Business yang memungkinkan video call lebih dari tiga peserta, selain tentunya MS Office (Word, Excel, PowerPoint).

Pada MS Office 365 ini juga disertakan layanan email. Kuota penyimpanan tergantung kepada besarnya ruang yang ada di OneDrive. Server email ini dikelola oleh Microsoft, sehingga layanan antivirus, antispam, dan lain-lain akan dijaga oleh Microsoft.

Antarmuka Microsoft Office 365 Online

Terkait dengan hal tersebut, maka LTPIK Universitas Andalas berencana untuk memindahkan layanan email dari server yang ada sekarang, ke Office 365 tersebut. LPTIK memberikan kesempatan pendaftaran kepada dosen dan tendik untuk meminta alamat email sesuai dengan nama yang diinginkan. Karena tidak mungkin membuat domain email baru yang persis sama dengan domain email lama, maka ada perbedaan domain email baru ini dibandingkan dengan domain email pada server lama. Pada mail server baru, domain yang dipakai adalah maksimal 5 karakter (huruf) dari nama fakultas dalam Bahasa Inggris. Sebagai contoh adalah domain @eng.unand.ac.id, yang merupakan domain baru pengganti domain lama @ft.unand.ac.id (‘eng’ merupakan kependekan dari kata ENGineering). 

Kenapa harus berpindah ke email baru? Tentunya ini akan jadi pertanyaan besar. Alasannya adalah karena mail server yang lama, selama ini sudah menyita banyak sumberdaya untuk perawatannya. Baik dalam hal waktu, tenaga, juga dalam hal memperhatikan update aplikasi, yang ujung-ujungnya adalah faktor keamanan. 

Apakah email saya yang lama tidak akan bisa dipakai lagi? Iya. Sebab dengan adanya email baru, tentunya email lama tidak bisa dipakai lagi. Untuk transisi mengenalkan email baru kepada kontak yang sudah ada selama ini tentunya akan memerlukan waktu. LPTIK menyediakan waktu transisi selama tahun 2018, dan pada tahun 2019 email server yang lama akan dimatikan. Mau tidak mau, semua email lama harus berganti ke email yang baru. 

Bila saya tetap ingin memakai email di domain lama bagaimana? Boleh-boleh saja, namun sangat tidak disarankan. Karena pada tahun 2019, server email lama akan dihentikan layanannya.

Dengan rencana perpindahan email ke Office 365 ini, maka diminta kepada pemakai email Unand dengan domain lama, untuk menyimpan komunikasi pentingnya ke komputer lokal masing-masing. Akan lebih baik kalau mulai menginformasikan kepada kolega yang sering berhubungan dengan email bahwa akan memakai email baru. Memakai email lama dan baru secara paralel dengan pengurangan pemakaian email lama, bisa dilakukan sebagai transisi ke email yang baru sepenuhnya suatu saat nanti.

Silahkan mendaftar pada formulir berikut untuk meminta email baru.


Formulir ini dipakai untuk mendaftarkan akun Microsoft Office 365 dengan lisensi Universitas Andalas. Fitur MS Office365 antara lain:

  • MS Office online (MS Word, MS Excel, MS PowerPoint)
  • Email dengan alamat Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.. Lihat daftar domain di bawah
  • Cloud Storage sebesar 1 TB
  • Skype for Business yang memungkinkan video call lebih dari 3 peserta

Daftar domain adalah sebagai berikut : 

ae.unand.ac.id : Agricultural Engineering (Fateta)
agr.unand.ac.id : Acgriculture/Agribusiness (Faperta)
ansci.unand.ac.id : Animal Science (Faterna)
dent.unand.ac.id : Dentistry (FKG)
eb.unand.ac.id : Economics and Business (Fekon)
eng.unand.ac.id : Engineering (FT)
hum.unand.ac.id : Humanities (FIB)
it.unand.ac.id : Information Technology (FTI)
law.unand.ac.id : Law (Fhuk)
med.unand.ac.id : Medical (FK)
nrs.unand.ac.id : Nursing (FKep)
ph.unand.ac.id : Public Health (FKM)
phar.unand.ac.id : Pharmacy (FFarmasi)
sci.unand.ac.id : Science (FMIPA)
soc.unand.ac.id : Social (FISIP)

 

Required *

  

 

 

 

Read 198 times